Saturday, 20 February 2010

Siomay goreng


Bentar lagi waktunya nyemil alias Tea Time.
Sebelum anak-anak ribut kelaparan masuk dapur dehhh...
Ehmmm..stelah liat2 bahan yang ada di kulkas jadi ke-ide-an bikin siomay goreng.

Bahan
Sebetulnya bahan2 seadanya yang ada di kulkas tapi kurang lebih seperti ini :
- kulit lumpia/siomay siap pakai
- 300 gr fillet ayam
- 200 gr udang kupas
- 3 sdm tepung tapioka
- satu butir telur
- garam secukupnya
- merica secukupnya
- garlic powder secukupnya
- daun bawang diiris tipis

Cara Membuatnya
Masukan semua bahan ke dalam choper aduk hingga rata.
Setelah rata ambil satu atau dua sendok bahan lalu ratakan diatas kulit lumpia.
Bentuk siomay sesuai selera.
Lalu goreng sampai kuning kecoklatan.

Bumbu/Saos Kacang
Klo ga mau ribet bisa beli bumbu yang sudah jadi (tinggal di seduh), tapi klo mau buat sendiri biar lebih enak juga gampang.
Bahan
- 200 gr kacang tanah
- 2 siung bawang putih
- garam secukupnya
- gula putih secukupnya

Cara Membuat
Goreng kacang tanah bersama bawang putih
Blender dengan sedikit air
Rebus kacang dengan api sedang tambahkan gula dan garam dan sedikit minyak goreng
Tunggu hingga air habis dan bumbu/saos kacang kental dan berminyak

Sajikan siomay di piring bersama bumbu kacang tambah kecap manis dan jeruk purut....eeehhhmmm Yummy...Selamat mencoba



Wednesday, 17 February 2010

A.S.I


Bagi ibu manapun terasa berat bila meninggalkan buah hatinya untuk bekerja.
Begitu pula yang dialami oleh seorang ibu muda sebut saja Susi (nama kami samarkan untuk menutupi rasa malunya....:))
Hari itu adalah hari pertama bagi Susi untuk kembali bekerja setelah cuti selama tiga bulan.

Bila dirumah dia bisa memberikan kapan saja ASInya pada si mungil, tidak pada hari itu.
Tapi atas saran dokter untuk memberikan ASI eksklusif kepada si kecil maka ibu tersebut membawa pompa asi. Adalah sebuah alat yang befungsi untuk menyedot ASI.

Pada saat makan siang tiba, dirasanya mulai ada yang membengkak suatu pertanda bahwa ada yang harus dipompa pada saat itu maka dengan sigapnya ibu tersebut masuk ke toilet room berbekal pompa dan mug putih bergambar bunga.

Tugas terselesaikan. Mug tersebut disimpannya di dalam kulkas dengan maksud bila saat pulang tiba dia bisa memberi ASI Eksklusif tsb pada si mungil. Setelah ia meninggalkan pantry, berganti teman-teman yang lainnya untuk menyantap makan siang, diantaranya ada seorang teman bernama Ajat.

Setelah sepuluh menit berselang, Susi kembali ke pantry untuk mengambil sesuatu yang tertinggal. Alangkah terkejutnya ia melihat mug bunga-bunganya ada di meja makan. Dengan kagetnya ia bertanya
Susi: "Napa nie mug ada di luar"?
Ajat: "iya si..tadi aku kehausan..kebetulan nemu susu ..ntar lah aku ganti beli di kios depan kan?"
Tanpa memberikan waktu untuk menjelaskannya ia tetap makan dengan lahapnya.
Memang mereka berdua sahabat kental sekental madu hingga untuk marahpun Susi tak mampu.
"Udah dong jangan marah ntar qw ganti..sekalian beli rokok tapi ngabisin dulu makan..katanya tanpa beban".

"Ajaaattt.....tau ga sih..itu teh Susu Asiku..buat anakku...!!!!!"katanya geram.
Seketika si Ajat terperangah dan menghentikan makannya seketika..
"Alah siah...kumaha atuh..." katanya terkaget-kaget...
"berarti?...."katanya
"berarti apa?" kataku
"berarti aku sama anakmu saudara sepersusuan"
Huaahahaha....pengen marah malah jadi ketawa.
Akhirnya teman-teman seruangan itupun ikut tertawa...
Ajat..ajat...

APA RASANYA


Ini cerita kisah nyata berbelas tahun yang lalu tentang seorang teman..sebut saja Cepi.

Suatu hari di bulan Ramadhan. Bulan yang tidak menghalangi kami untuk bekerja. Bagi semua orang saat yang ditunggu di bulan puasa adalah saat-saat berbuka puasa. Untuk memudahkan karyawan maka perusahaanpun menyedian ketring.

Seperti biasa rantang ketring terisi makanan yang syarat gizi. Dimana rantang itu disekat menjadi beberapa bagian dengan maksud agar rasa dari makanan itu tidak bercampur. Nasi, laup pauk, Sayuran, krupuk atau gorengan lainnya juga buah 2an. Biasanya untuk sayuran dan lauk yang berkuah dibungkus menggunakan plastik kecil agar kuah tidak tumpah.

Kala itu waktu menunjukan lima menit menuju azan magrib. Semua orang sudah duduk manis di meja makan yang ditemani lampu redup (entah biar romantis entah ngirit listrik). Dug.dug..dug...azan berkumandang....dengan semangat 45 ..Cepi membuka plastik kecil berwarna coklat yang biasanya terisi sayuran..ia tumpahkan kedalam nasi yang masih hangat....dicampur gepuk sapi ... Hap..belewek...nasi, gepuk dan....Pppuuuaaahhh...makanan yang sudah masuk mulut dimuntahkan kembali.
Seorang teman berkata : " Kunaon Cep?"..dengan penuh tanya
Cepi menjawab "Jadol teh siah..suganteh sayur gudeg da warnana coklat singhoreng Kolek Cau..."
Wakakakakakkkkk...semua teman saat itu menertawakan si cepot....

Pesan moral : pakailah lampu yang terang pada saat anda makan...hahahaha...

Lupa Bayar

Waktu menunjukan sekitar jam satu siang.
Seperti biasa angkot oranyeu menunggu di pertigaan pasar Cijerah.
Seperti biasa pula si oranyeu nongkrong menunggu terisi penuh. 7-4....7-4... begitu para calo biasa berteriak.
Satu persatu si oranyeu terisi penuh oleh pasukan putih abu...7-4 pun terisi.
Ada yg gendut ada yg imut ada yg pendiam ada yg pecicilan ada yg serius ada yg oces.
Heureuy balakecrakan ...silih nyela..ada jg yg curhat di pojokan. Membicarakan pelajaran yg barusan, membicarakan gebetan dan membicarakan hal lainnya.
Seuseurian..cicirihilan..P sopir pun berkata: "Duh..melihat anak anak tertawa ngakak sepertinya belum tau kesulitan hidup" begitu katanya.

Tak sepeti hari biasanya, hr itu tanpa kenek sehingga kami langsung membayar ongkos pd pa' sopir.
Satu persatu pasukan putih abu turun, Bunderan turun...dadah2...sampai jumpa besok...Holis turun..dadah2 juga..begitulah kebiasaan kami setiap ada yg turun selalu riuh dadah2 dan saling nyela (mencela)..selanjutnya Suryani turun...Jamika turun... Sastra turun ...

Tiba di depan Gg Pa' Oyon "kiri pa!"
P Sopirpun merapatkan mobilnya ke kiri jalan.
Temankupun turun dadahh..dadahhhhh...sampe jumpa besok...lalu dia menyebrang jalan.
"Neng..neng...ongkosnya neng.."teriak Pa Sopir....
Karena pasukan putih abu begitu riuhnya sampe2 ucapan P sopir ta' di dengar.
Kami heran kenapa p sopir ta' mau melajukan angkotnya..lalu dia berkata "eehhh...gimana sih blom bayar ongkosnya ko' udah dadah2..."kamipun baru sadar ternyata temanku belum membayar ongkosnya.....
Dgn sigap kami membuka jendela angkot dan berteriak "Sukma..Sukma...ongkosnya.." kami mengulanginya berulang2 tp karena jalanan terlalu crowded dan bising oleh suara knalpot kendaraan lainnya.
Si imut Sukmapun berlalu sambil melambaikan tangannya sambil kiss bye..dengan WATADOSnya (wajah anpa dosa red) rupanya tuh anak menang benar-benar ga' sadar kalo dia tuh blom bayar ongkosnya. Iapun berlalu memasuki gg Pa Oyon dengan geboynya...beuhhhhhh..

P Sopir berkata: "Jadi... siapa nih yang mau tanggung jawab bayarin?"... sejenak kami saling pandang... Dengan terpaksa kami merogoh saku masing2 sebagai rasa solidaritas..hehehe..
"Sukma...dimanakah dikau sekarang?...."

Sukma....Sukma...