Monday 28 March 2011

Pangeran Nero dan SATNAV

Tersebutlah sebuah negri yang bernama negri Nyubi. Negri ini dipimpin oleh seorang raja yang bernama raja Gaptek. Raja Gaptek sedang dilanda kebingungan karena negri yang dipimpinnya sering mengalami kekalahan dalam setiap pertempurannya. 

Mengenai perihal tersebut Raja mendiskusikannya dengan penasehat kerajaan. Akhirnya ditemukan sebuah pemecahan. Bahwa akan diadakan sayembara pencarian panglima perang. Syaratnya ialah ia harus tangguh, pintar, cerdas dan tampan. Karena selain akan menjadi panglima perang ia juga akan dinikahkan dengan putri raja yang bernama Putri Garmeina. 

Undangan sayembarapun disebar. Berita tersebut sampailah di kerajaan Melekinet. Kerajaan Melekinet adalah sebuah kerajaan yang subur makmur, walaupun luas negaranya jauh lebih kecil dari negri Nyubi. Kerajaan Melekinet ini dipimpin oleh Ratu Chromena, ia mempunyai anak laki-laki yang bernama pangeran Nero. Pangeran Nero sangatlah tampan dan pintar. Karena pangeran Nero belum mempunyai pasangan maka ia berniat mengikuti sayembara tersebut. Pergilah ia ke negri Nyubi.

Sesampainya di negri Nyubi, pangeran Nero harus bersaing dengan empat peserta lainnya. Maka panesehat istanapun mengadakan sebuah lomba berkuda. Aturannya mudah sekali, semua peserta diharuskan berkuda mulai dari halaman istana hingga batas utara negri Nyubi, yaitu kampung ujung. Disana satu pasukan akan menanti kedatangan para peserta lomba.

Hari yang di tunggupun tiba, lima pangeran tampan menaiki kudanya yang tanggguh di halaman istana. Prriitttt…..peluit dibunyikan. Keteplak..keteplak..keteplakk…langkah-langkah kuda yang gagah mengiringi kepergian para peserta lomba. Tetapi ada seekor kuda putih yang berjalan pelan, kuda siapaka itu? Ternyata kuda yang ditunggangi oleh pangeran Nero. Para pendukung pangeran Nero gemas melihatnya,
“Ayo..pangeran Nero, ayyoooo…” bersahut-sahutan mereka menyemangati pangeran tampan itu.

Tapi apa yang dilakukan oleh pangeran Nero? Ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Benda itu berukuran pipih dan besarnya tak lebih besar dari telapak tangannya. Lalu pangeran Nero memencet huruf-huruf pada layarnya, ia mengetikan “kampung ujung”. Dengan tiba-tiba layar kecil itu menunjukan arah jalan terpendek menuju kampung ujung. Pangeran Neropun mengalungkan alat ajaibnya itu. Setelah itu barulah ia memacu cepat kudanya, sesekali pangeran Nero memperhatikan arah jalan yang mengantung pada lehernya.

Enam jam berlalu, pangeran Neropun telah sampai diujung utara batas negri Nyubi. Para Pasukan kerajaan terheran-heran melihat peserta pertama telah sampai di tempat tersebut, sedangkan mereka saja baru sampai setelah semalaman melakukan perjalanan dari istana ke kampung ujung tersebut. Pasukan kerajaan itupun ternganga.
“Wahai pangeran, sihir apa yang telah kau pakai hingga engkau bisa sampai secepat ini?” tanya pemimpin pasukan.
Pangeranpun menjawab, “Tidak ada sihir yang aku pakai,” katanya, “hanya ini yang kupakai!” pangeran menunjukan benda yang menggantung di lehernya.
“Benda apakah itu?” Para prajurit penasaran sekali dengan yang dipakai oleh pangeran Nero. “Bolehkah kami memeganginya?” lanjut mereka.
Pangeran Neropun mengijinkan para pasukan untuk memegangi benda itu, seraya berkata, “Benda ini bernama SATNAV”.


Akhirnya pangeran Nerolah yang memenangkan sayembara itu. Dengan demikian ia berhak menjadi panglima perang sekaligus menjadi suami putri Garmeina yang cantik jelita. Dan merekapun hidup berbahagia.


Beberapa waktu berselang, kerajaan Nyubi menjadi kerajaan yang mengenal teknologi. Berkat pangeran Nero pulalah akhirnya kerajaan Nyubi memiliki perusahaan pembuatan Satnav yang diberinama GARMIN. Sebuah nama yang didedikasikan untuk putri Garmeina.


**********
cerita ini dibuat untuk disertakan dalam lomba menulis cerita anak (dongeng) Sarikata.com 2011.



Satnav adalah singkatan dari Satelit navigasi. Sebuah sistem yang digunakan untuk menentukan posisi di Bumi, dengan menggunakan satelit. Sistem navigasi satelit ini mengirimkan data posisi (garis bujurlintang, ketinggian) dan sinyal waktu dari satelit, ke alat penerima di permukaan. Penerima di permukaan dapat mengetahui posisinya, serta waktu yang tepat.

4 comments:

  1. Dongeng Satelit Navigasi yang bagus.. plesetan nama2 kayak Nyubi dan Gaptek juga kreatif ;-)

    ReplyDelete
  2. hehehe...makasih mas didik

    ReplyDelete
  3. ^_^ blogwalking, skalian baca-baca cerita2 kawan2 yg ikutan lomba hehehe, salam kenal yah

    ReplyDelete